Arsip Kategori: Pendidikan

Maulid Nabi Muhammad SAW – Madinatunnajah – Cirebon – Pondok Pesantren Modern

Madina Media – (30/10). Alhamdulillah Peringatan hari besar kelahiran nabi Muhammad selesai sudah dilaksanakan oleh para santri dan santriwati Madinatunnajah Kalimukti. Para Santri Madinatunnajah Kalimukti hari ini juga berkumpul bersama di Aula Pesantren guna memperingatinya.

Alunan shalawat nan merdu serta hadroh bergema dilangit Kalimukti menggambarkan kegembiraan santri dalam memperingati hari ini, yang mereka sadari bukan sekedar hari kelahirannya, tetapi hadirnya manusia agung kekasih Allah Swt yang membawa risalah kebenaran untuk seluruh umat dimuka bumi ini.

Banyak sekali masyarakat Indonesia yang merayakannya diberbagai tempat dan daerah, bahkan dimasa pandemic ini ada juga yang merayakan secara online. Bagi pesantren sendiri hal ini juga sangat penting untuk dilakukan, karena tentunya bagi seorang santri harus mengetahui substansi dari kegiatan tersebut. Sehingga nantinya ketika pulang kepada masyrakatnya, santri tahu dan dapat mengayomi masyarakatnya.

Semoga dengan peringatan hari maulid nabi Muhammad Saw, kita bisa selalu bertafakkur dan bersyukur menjadi umatnya, yang kelak nanti akan ditolong dengan syafaat baginda rasul dihari kiamat. Khususnya bagi para santri yang saat ini sedang menuntut ilmu.

Poin-Poin FPAG, Forum Pesantren Alumni Gontor

KH. Hamid Fahmi Zarkasyi

  1. Pelajaran Akhlaq tidak diajarkan di Gontor. Kerena Al-Akhlaqu la tughrosu bi talqin. Pancajiwa itu tidak diajarkan, dia dikerjakan, diamalkan, wajah – wajah kita di Gontor itu adalah wajah keikhlasan, wajah kesederhanaan, wajah ukhuwah Islamiyah, wajah berdikari dan wajah – wajah yang bebas
  2. Ternyata dalam kehidupan kita di asrama kita menghasilkan banyak wisdom. Kita sedang hidup dalam Living with wisdom, hidup dengan hikmah. Dalam sebuah paket dan itu menjadi perilaku.
  3. Gontor itu sebenarnya menanamkan padangan hidup. Yang pandangan hidup itu nanti digunakan dalam kehidupan. Gontor adalah School of Life. Supaya kita bisa hidup di masyarakat nanti sesuai dengan aqidah dan syariah dan akhlaq Islam yang benar
  4. Yang diajarkan Gontor adalah sebuah pandangan hidup, aqidah yang dilaksanakan dalam bentuk akhlaq, akhlaq yang berorientasi terhadap perjuangan. Baik untuk perjuangan dan perjuangan itu berwawasan keumatan.
  5. Pendidikan mental adalah sebenarnya pendidikan akal. Berasal dari kata Mind.
  6. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (15)
  7. Trimurti saya lihat tidak banyak teori yang beliau – beliau gunakan, tetapi beliau yakin bahwa apa yang beliau kerjakan adalah benar
  8. Pak Zar mengatakan kepada Pak Hamid : Orang – orang itu mengira saya ini pintar, saya itu tidak pinter, saya itu hanya ikhlas saja
  9. Bahwa dengan keikhlasan itu beliau dapat menyelesaikan banyak masalah, dan Allah memberikan petunjuk
  10. Seakan – akan beliau berbicara : Saya memimpin Gontor itu tidak dengan ilmu, tapi dengan hati dan saya berpikir dengan iman.

KH. Dzulkifli Muhadli

  1. Pondok diawali dengan Kyai yang berikrar mewakafkan dirinya untuk perjuangan di pondok. Ikrar inilah yang kemudian tembus ke langit. Yang kemudian terpancar ke hati para santri sehingga datang mengetuk pintu kyai untuk menuntut ilmu
  2. Ketika saya mau bangun pondok, saya menghadap Pak Natsir, Pertanyaan Muhammad Natsir : Sudah ada gedungnya belum? Jawaban saya : Pondok dibangun bukan dari gedungnya, tapi dari ikrar yang diucapkan Kyai untuk berjuang
  3. Orang kalau hanya pintar akan cenderung kekanak-kanakan, tapi jika hatinya yang lebih cenderung dari akalnya maka dia akan dewasa
  4. Yang peling penting itu adalah keikhlasan kyai, keikhlasan kita. Keikhlasan itu yang membuat kita dituntun Allah SWT
  5. Surat Al-Jumu’ah ayat 2 :
  6. Ketika mengecor Gedung Al-Azhar, Pak Zar duduk dipinggir sambil memukul – mukul batu, seakan-akan memperhatikan santri-santrinya yang lagi mengecor. Sehingga santri jadi semangat mengecor. Seolah-olah beliau memahami bahwa anak santri butuh diperhatikan.
  7. Di Gontor santri diberi kegiatan yang mendesak-desak (yang harusnya 2 jam didesak untuk melakukan dalam tempo 1 jam). Hal ini melatih goncangan jiwa santri supaya lebih siap menghadapi tantangan

Habib Chirzin

  1. Dalam masa pandemi ini pendidikan mental menjadi sangat penting sekali terutama dalam upaya membangun resilient (keuletan dan daya tahan, kemampuan untuk menyesuiakan diri dalam situasi yang sulit), demikian juga leadership, pengkaderan dan komunikasi antar kita)
  2. Gontor dengan segala sunnah dan disiplinnya dan ruh pondok menciptakan kehidupan yang efektif dan efisien, menjadi ruang belajar yang menggembirakan
  3. Pribadi – pribadi yang unggul seperti Trimurti adalah pribadi yang ikhlas dan tenanan (beh-behan), inilah yang menyebabkan Gontor meski tanpa pribadi yang punya keahlian khusus namun beliau – beliau ini yaitu Trimurti adalah pemimpin yang mumpuni
  4. Tahun 1980 saya menerima penghargaan Agha Khan, jadi sebenarnya ilmu – ilmu seperti kedokteran dan arsitektur adalah ilmu yang bisa dipelajari jika kita mempunyai perhatian dan melatih diri
  5. Ketika saya jadi guru KMI saya tertarik belajar psikologi karena Pak Zar menunjuk saya ketika itu sebagai wali kelas 1 H yang merupakan kelas asfala safilin di Gontor kala itu. Maka ketika mengajar saya lebih banyak memberikan tasyji’ dan istihwa’
  6. Ketika itu saya juga sering diminta untuk membimbing anak – anak yang slow learner
  7. Bahkan Pak Sahal pernah memanggil saya untuk mengajar Ust Tauhid putra beliau
  8. Situasi itulah yang menyebabkan saya harus mencari referensi bagaimana cara memberi semangat dan motivasi yang efektif kepada santri
  9. Waktu itu buku yang saya pelajari adalah Buku Psikologi perkembangan, karena psikologi pendidikan kala itu belum terlalu berkembang
  10. Waktu itu saya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa. Waktu itu mahasiswa belum banyak. Maka dari itu kita dan kawan – kawan berniat untuk menjadi contoh penggerak dalam semua bidang

Madinatunnajah Kembangkan CBT Browser Android

AlHamdulillah, Segala puji bagi Allah atas segala nikmat Iman dan sehat yang diberikan kepada kita semua.

Pondok Pesantren Madinatunnajah melaksanakan ujian kenaikan kelas atau Penilaian Akhir Tahun (PAT) bagi santriwan dan santri, berbasis online atau daring.

Dalam upayanya mempermudah santri saat mengikuti dan melaksanakan ujian, ti m IT Madinatunnajah yang diketuai oleh Ustadz Abdul Aziz, S.Pd telah berhasil mengembangkan aplikasi Browser CBT.

 

 

Aplikasi berbasis Android ini didesain khusus untuk santri Madinatunnajah.  Saat santri mengakses aplikais tersebut, maka langsung dihadapakan pada menu log masuk – santri harus memasukkan username dan kata sandi yang sudah diberikan oleh panitia.

Basisdata dalam proses pelaksanaan ujian online atau daring ini, tim IT Madinatunnajah menggunakan Google Drive, sedangkan system administratornya menggunakan cms WordPress dan beberapa plugin.

CBT Browser Madinatunnajah sudah tersedia di Google Playstore, santri bisa mengunduhnya di perangkat Android masing-masing.

berikut link Aplikasi CBT Browser Madinatunnajah

 

Daftar Santri Baru Dari Rumah Saja

A. Syarat Pendaftaran:

1. 2lembar salinan Ijazah SD/MI, MTs/SMP
2. 2 lembar salinan SKHUN SD/MI, MTs/SMP
3. Salinan Raport terakhir
4. 2 salinan KTP Orang tua
5. 2 salinan Kartu Keluarga
6. 2 salinan Akta Kelahiran
7. Kartu NISN
8. Salinan Kartu KPS (Jika Memiliki)
9. Foto 3×4 berwarna 4 lembar
10. Membayar biaya formulir Rp. 200.000 (diiisi)

Pembayaran:

  1. Diantar Langusng Ke Tempat Sekretariat
  2. Dikirim Melalui Aplikasi Dompet Digital: LinkAja, OVO atau DANA – Akun Nomor 082214744144 (Abdul Aziz)
  3. atau Rekening BRI 415101030063532 a.n Abdul Aziz

B. Biaya Masuk

Wakaf Tanah dan Bangunan Rp. 1.200.000
Uang Perlengkapan  Rp.  2.700.000
Uang Bulanan  Rp.  425.000
Uang Kegiatan  Rp. 200.000
Total    : Rp.4.525.000

ISI FORMULIR SANTRI BARU

Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Daring (Online)

Di tengah wabah Covid-19 (Corona Virus Disease), yang melanda di berbagai belahan dunia – termasuk pula negara kita, Indonesisa. Mengantisipasi penyebaran virus ini yang semakin masive, Pemerintahpun melakukan berbagai upaya agar penyebarannya semakin dipersempit atau dilandaikan. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan – turut serta melakukan peranan dalam program pencegahan.

Diantara kebijakan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah,

  1. Ujian Nasional ditiadakan
  2. Proses Kegiatan Belajar dilaksanakan dari rumah masing-masing dengan moda daring

Pondok Pesantren Madinatunnajah selalu berusaha mengikuti perkembangan situasi saat ini, termasuk pula memfasilitasi proses kegiatan belajar moda daring. Kegiatan Belajar moda ini sedang berlangsung disertai dengan antusiasme dari santri dan wali atau orangtua mereka.

Adapaun komponen atau alat pembelajaran ini, kami menggunakan beberapa aplikasi yang familiar dan mudah bagi snatri dan orangtua, diantaranya Whatsaap, Google Classroom dan tambahan Elearning Kemenag.

Google yang memeliki banyak aplikasi pendidikan melalui Google for Eduaction memang sudah lama digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan. Pondok pesantren Madiantunnajah menggunakan G Classroom karena tidak perlu menyediakan/menyalakan komputer khusus sebagai server – guru dan siswa cukup menggunakan gadget atau handphone mereka untuk berkomunikasi menyampikan dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah.